Skip to main content

Leadership


 Wahai saudaraku bedahlah dadamu!
Masukannlah lahar membara
Memacu
Mencambuk
Membakar semangat dirimu
Mengubah dunia, membakar cinta
Campakan segala penyakit wahan
Karena kekuatan hanya berjodoh dengan keberanian
Sedangkan kelemahan hanya pantas bersanding dengan Sang Pengecut.

Bagi sang pemimpin dunia adalah lahan perjuangan
Disini hanya ada lahan bagi mereka yang kuat
Tidak berlaku sedu sedan
Tak juga tangis dan ratapan
Yang lemah akan tersungkur
Sang pengecut tergusur dan melacur
Wahai manusia dengan sayap malaikat
Kepakan sayapmu
Robek dan hancurkan segala tiran

Gubahlah dunia dengan amalmu
Sinari zaman dengan imanmu
Tebarkanlah seloka cinta
Agar cahaya membagi rindu
Damai direguk tak kenal puas

Tapi, itu pun kalau engkau kuat!
Di dadamu menyala Shultonan Nasiron
La ilaha illallah
Tauhid!


Comments

Popular posts from this blog

Analisis Linguistis Prefix UN- pada kata 'Unmood'

Akhir-akhir ini saya kerap mendengar dan melihat sebuah kata dalam bahasa Inggris, yaitu ‘ unmood ’, yang dipakai di dalam dunia maya, terutama pada  social media  seperti  Twitter  atau  Instagram . Sebelumnya saya tidak negitu memperhatikan sampai salah seorang mahasiswa saya menanyakan tentang hal ini. Ia mempertanyakan apa sebenarnya makna dari  unmood ,  part of speech  serta aturan gramatikalnya. Tanpa saya sadari, ternyata saya mulai tertarik untuk membahas dan menganalisis ‘terminology’  unmood  ini lebih dalam. Secara sederhana, kata  unmood  sendiri memang bukanlah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang baku. Dalam kamus  Oxford  atau  Merriam-Webster  kita tidak akan menemukan kata  unmood  ini. Sebagai akibatnya, secara sederhana pula kita dapat menyimpulkan bahwa  unmood  bukanlah sebuah kata dalam bahasa Inggris. Mungkin ada usaha untuk membuat kata ini menjadi diterima...

Untuk Si Patah Hati

Kehilangan bukan tentang perpisahan dan pergantian status. Melainkan, kehilangan adalah saat kamu tidak lagi terlibat dalam kehidupannya. Kamu, aku, dan mereka pasti pernah merasakan yang namanya kehilangan, kemungkinan rasanya sama, hampa. Refleksi dari kehilangan ini biasa disebut Patah Hati. Begitu kuat pengaruh dari kehilangan hingga dapat mematahkan hati manusia meski tak berdarah, memang manusia adalah makhluk yang lemah, bukan soal laki-laki atau perempuan, perasaan kehilangan seringkali menjadi faktor utama terjadinya banyak hal di dunia ini. Bisa jadi faktor dari bunuh diri, keputus-asaan, bahkan kegilaan. Dari berbagai akibat yang dupicu dari rasa kehilangan, adakah upaya kita agar kehilangan dapat berpengaruh positif bagi diri kita? kebanyakan orang justru ikut larut dalam kesedihan, mengurung diri dari keceriaan, dan menangis sudah menjadi budaya orang Patah Hati, entah menangis secara langsung atau menangis dalam hati. Yuk, kita rumuskan dan renungkan bersama-sama oba...

Apa yang patut aku cemburui?

Apa yang lebih indah dari mendo'akan secara diam-diam? Bahkan yang namanya selalu kausebut dalam do'a tak pernah menyebut namamu walau dalam mimpinya. Lalu, apa yang lebih sakit dari mantra 'semoga' yang tak pernah berbuah nyata? Tapi inilah adanya, aku masih disini dengan rintihan rindu yang menyayat kalbu, dengan beban asmara yang tak pernah dipikul bersama, tapi.. Aku menikmatinya. Lima tahun silam kita pernah berdua di penghujung sore, menyaksikan sang surya yang kembali ke peraduan. Kau bilang itu sangat indah, bagiku tidak. Andaikan ada 48 jam dalam sehari, dimana aku bisa menghabiskan waktu bersamamu lebih lama, pastilah aku lebih bahagia. Kita terpenjara dalam istilah 'teman'. Baiklah, apa yang buruk dari pertemanan? Tidak ada, kecuali sejak mata itu menikam logika ini, sejak kata dan lakumu berbentuk perhatian yang berlebih dari seorang yang hanya bergelar 'teman'. Hari demi hari kuhabiskan sembari berangan jauh lewati batas nyata. Angan ...