"Tidak ada salahnya menunggu sambil memperbaiki diri, kan? Semisal yang kutunggu tak kunjung datang, setidaknya penantianku tidaklah sia-sia; telah kudapatkan diriku menjadi yang lebih baik."
Akhir-akhir ini saya kerap mendengar dan melihat sebuah kata dalam bahasa Inggris, yaitu ‘ unmood ’, yang dipakai di dalam dunia maya, terutama pada social media seperti Twitter atau Instagram . Sebelumnya saya tidak negitu memperhatikan sampai salah seorang mahasiswa saya menanyakan tentang hal ini. Ia mempertanyakan apa sebenarnya makna dari unmood , part of speech serta aturan gramatikalnya. Tanpa saya sadari, ternyata saya mulai tertarik untuk membahas dan menganalisis ‘terminology’ unmood ini lebih dalam. Secara sederhana, kata unmood sendiri memang bukanlah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang baku. Dalam kamus Oxford atau Merriam-Webster kita tidak akan menemukan kata unmood ini. Sebagai akibatnya, secara sederhana pula kita dapat menyimpulkan bahwa unmood bukanlah sebuah kata dalam bahasa Inggris. Mungkin ada usaha untuk membuat kata ini menjadi diterima...
Comments
Post a Comment